Selasa, 12 November 2013

-->

BBM Bersubsidi vs BBM non-Subsidi

BBM bersubsidi dan BBM non-subsidi
Premium dan Pertamax

Andaikan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) dan
Pertamina mau berkolaburasi dengan baik dan berpenampilan lebih elegan
di SPBU-SPBU, yaitu dengan cara dibedakan tempat dan penampilan antara
Premium dan Pertamax, misal pelayanan pembelian Premium tempatnya
biasa-biasa saja, cukup satu/dua orang petugas yang melayani dengan
pakaian seragam yang standar.
Lalu untuk pelayanan Pertamax, dibuatlah tempat yang lebih
exclusive/lux, misal area untuk posisi mobil/motor (yang sedang/akan
mengisi Pertamax) menggunakan keramik/marmer/batu koral yang mewah,
dan petugasnya ada empat/lima orang. Masing-masing ada yang bertugas untuk
menyambut konsumen dengan ramah, mengelap kaca (spion) motor/mobil,
membukakan pintu untuk sopir yang hendak keluar serta tak lupa
mengenakan seragam yang lebih modis dan trendy namun tetap melukiskan
sebagai petugas SPBU.

Jika kondisinya telah seperti itu, maka mobil-mobil sekelas Mercy,
BMW, Land Rovers, Pajero Sport, Jazz, Jaguar, Ferrari dsb, pasti
kemungkinan besarnya mereka semua akan langsung beralih ke Pertamax,
karena mereka akan "merasa malu" jika melihat mobil kelas menengah (yang biasa-biasa saja) bertengger di tempat pelayanan Pertamax.

TAPI dengan satu catatan, itu pun kalau mereka (sang pemilik kendaraan
mewah) tersebut masih mempunyai jiwa dan perasaan malu.

Mungkinkah hal seperti ini layak atau bahkan bisa dilakukan? Atau cuma
hanya sebatas mimpi di siang bolong?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar