mitos: pembatasan rokok akan menyengsarakan jutaan petani tembakau
fakta: jumlah petani tembakau di indonesia cuma dalam hitungan ratusan ribu dan terus menurun (bandingkan dengan jumlah total petani indonesia yang mencapai angka puluhan juta). kesejahteraan mereka relatif lebih rendah (baca: lebih miskin) dari petani tanaman lain. di berbagai daerah penghasil tembakau sudah banyak petani yang mulai beralih ke tanaman lain karena mengeluh pendapatan dari tembakau tidak stabil dan sering dipermainkan tengkulak.
mitos: pembatasan rokok akan membuat jutaan buruh pabrik rokok menganggur
fakta: sama halnya dengan jumlah petani tembakau, jumlah buruh pabrik rokok tidak sebanyak yang dikoar-koarkan industri rokok. apalagi saat ini industri rokok lebih memilih menggunakan mesin ketimbang tenaga buruh. penyerapan tenaga kerja pada industri lain jauh lebih banyak. kesejahteraan buruh rokok juga lebih rendah dibandingkan buruh industri lain. jika aturan pengendalian tembakau diterapkan dan menyebabkan penurunan produksi pabrik rokok, ada banyak industri lain yang dapat menyerap mereka.
mitos: pembatasan rokok akan menurunkan pendapatan negara
fakta: pendapatan negara dari cukai rokok mungkin akan berkurang, namun perlu diingat bahwa sumber pendapatan negara tidak hanya dari cukai rokok. bahkan proporsi cukai rokok terhadap total pendapatan negara sebenarnya hanya berkisar pada angka lima persen sehingga tidak terlalu signifikan. dengan semakin bertumbuhnya perekonomian indonesia dan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kalangan usaha untuk membayar pajak, ketergantungan negara terhadap cukai rokok dari tahun ke tahun sebenarnya semakin berkurang. di samping itu, pengeluaran negara untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dan sosial akibat konsumsi rokok justru jauh lebih besar dari pendapatan yang diperoleh dari cukai rokok tersebut.
mitos: pembatasan rokok akan membuat banyak kegiatan olahraga dan seni berhenti karena kehilangan sponsor
fakta: di indonesia tumbuh berbagai jenis industri yang memiliki sumber daya kapital yang tidak kalah besar bahkan mungkin jauh lebih besar dari industri rokok. sumber pendanaan kegiatan olahraga dan seni melalui program sponsorship dapat dilakukan oleh industri lain. di negara2 dimana sponsorship rokok telah dilarang, kegiatan olahraga dan seni tetap berjalan dengan baik. olimpiade, piala dunia, liga inggris, balap mobil formula 1, dan konser musik musisi dunia, semua tetap berjalan, tidak ada yang bubar cuma gara-gara tidak ada sponsor rokok. konser musik alicia keys di indonesia 2008 lalu tetap berjalan baik meski sponsor rokok dibatalkan. sejumlah kegiatan olahraga nasional juga mulai meninggalkan sponsor rokok, dan sejauh ini tetap berjalan dengan baik2 saja. jadi tidak ada alasan dunia olahraga dan seni perlu menjadikan sponsor rokok sebagai dewa pelindung mereka.
mitos: industri rokok adalah industri patriot bangsa
fakta: industri rokok adalah industri pembunuh bangsa
Kamis, 25 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar